Rabu, 27 Juni 2012

Pegadaian Di Serbu Nasabah

Jombang - Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kantor Pegadaian Cabang Jombang, Jawa Timur, ramai dikunjungi warga. Mereka menyekolahkan atau menggadaikan perhiasan untuk biaya masuk sekolah sang anak.

Hal itu salah satunya dialami oleh Indah (24), warga Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan. Ibu muda ini menggadaikan sebuah gelang emas. Uang hasil menggadaikan perhiasan tersebut akan digunakan untuk biaya sekolah anak. Mulai dari membeli perlengkapan seragam hingga biaya administrasi sekolah. Demikian dikutip dari beritajatim.com.

"Anak saya waktunya masuk SD. Nah, untuk itu saya membutuhkan uang sebesar Rp400 ribu. Uang tersebut untuk membeli perlengkapan sekolah dan membayar administrasi awal," kata Indah ketika ditemui di Kantor Pegadaian Cabang Jombang, Senin (25/5/2012).

Kondisi serupa juga dikatakan Herni (45), warga Desa Sumberagung Kecamatan Megaluh. Herni terpaksa menggadaikan seuntai kalung emas miliknya. Pasalnya, sang anak saat ini masuk ke Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Sebagai persiapan biaya, Herni kemudian menggadaikan kalung tersebut.

"Biaya untuk masuk Unesa saya sendiri belum tahu. Namun sebagai persiapan, saya menggadaikan kalung. Selain untuk biaya pendidikan, hasil menggadaikan emas ini juga untuk tambahan modal usaha," kata wanita berjilbab ini.

Pihak pegadaian mengakui maraknya nasabah yang menggadaikan barang untuk biaya pendidikan. Selain perhiasan, barang yang digadai adalah peralatan elektronik, serta BPKB sepeda motor. Praktis, sejak satu bulan terakhir ini omset pegadaian juga meningkat tajam. Pada bulan Mei omset pegadaian sebesar Rp4,5 miliar, dan omset Juni ini menjadi Rp5 miliar.

"Jadi ada peningkatan sebesar Rp500 juta. Omset tersebut paling banyak digunakan untuk biaya pendidikan. Ini merupakan trend setiap tahun. Jumlah ini akan terus meningkat seiring pendaftaran masuk sekolah," kata Suharjo (49), Manager Usaha Lain, Kantor Pegadaian Cabang Jombang.

Sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1875841/anak-masuk-sekolah-orangtua-serbu-pegadaian