Jombang - Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
kantor Pegadaian Cabang Jombang, Jawa Timur, ramai dikunjungi warga.
Mereka menyekolahkan atau menggadaikan perhiasan untuk biaya masuk
sekolah sang anak.
Hal itu salah satunya dialami oleh
Indah (24), warga Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan. Ibu muda ini
menggadaikan sebuah gelang emas. Uang hasil menggadaikan perhiasan
tersebut akan digunakan untuk biaya sekolah anak. Mulai dari membeli
perlengkapan seragam hingga biaya administrasi sekolah. Demikian dikutip
dari beritajatim.com.
"Anak saya waktunya masuk SD.
Nah, untuk itu saya membutuhkan uang sebesar Rp400 ribu. Uang tersebut
untuk membeli perlengkapan sekolah dan membayar administrasi awal," kata
Indah ketika ditemui di Kantor Pegadaian Cabang Jombang, Senin
(25/5/2012).
Kondisi serupa juga dikatakan Herni (45), warga Desa
Sumberagung Kecamatan Megaluh. Herni terpaksa menggadaikan seuntai
kalung emas miliknya. Pasalnya, sang anak saat ini masuk ke Unesa
(Universitas Negeri Surabaya). Sebagai persiapan biaya, Herni kemudian
menggadaikan kalung tersebut.
"Biaya untuk masuk Unesa saya
sendiri belum tahu. Namun sebagai persiapan, saya menggadaikan kalung.
Selain untuk biaya pendidikan, hasil menggadaikan emas ini juga untuk
tambahan modal usaha," kata wanita berjilbab ini.
Pihak pegadaian
mengakui maraknya nasabah yang menggadaikan barang untuk biaya
pendidikan. Selain perhiasan, barang yang digadai adalah peralatan
elektronik, serta BPKB sepeda motor. Praktis, sejak satu bulan terakhir
ini omset pegadaian juga meningkat tajam. Pada bulan Mei omset pegadaian
sebesar Rp4,5 miliar, dan omset Juni ini menjadi Rp5 miliar.
"Jadi
ada peningkatan sebesar Rp500 juta. Omset tersebut paling banyak
digunakan untuk biaya pendidikan. Ini merupakan trend setiap tahun.
Jumlah ini akan terus meningkat seiring pendaftaran masuk sekolah," kata
Suharjo (49), Manager Usaha Lain, Kantor Pegadaian Cabang Jombang.
Sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1875841/anak-masuk-sekolah-orangtua-serbu-pegadaian
